Di sebuah kerjaan yang megah ada seorang budak wanita berkulit hitam dan tidak begitu cantik, namun walaupun demikian ia memiliki daya tarik khusus. Pada suatu ketika raja memanggil semua budak-budak perempuannya, semuanya berparas cantik kecuali budak wanita hitam ini. Lalu raja akan melemparkan koin-koin emas ke arah mereka maka otomatis semuanya berhamburan memunguti koin-koin emas yang telah dilempar oleh raja akan tetapi diantara semua budak-budak wanita itu hanya satu diantara mereka yang hanya diam tidak ikut serta memunguti, raja bertanya : hai kamu kenapa tidak memunguti layaknya yang lain? , budak itu menjawab : ia wahai raja, karena yang aku inginkan bukan lah koin itu akan tetapi yang aku ingingkan adalah yang membagikan koin itu. Sontak raja tercengang mendengar pernyataan budaknya sehingga ia menaruh hati kepada budaknya. Semakin lama semakin tersebar bahwa sang raja menyukai budak hitam yang jelek, sehingga menjadi bahan omongan para raja yang lain. Pada suatu ketika sang raja mengundang teman-teman raja yang lain dengan tujuan memberi tahu alasan dia suka kepada budaknya.
Lalu raja kembali memanggil budak-budaknya dan memberi mereka masing-masing satu guci yang indah dan mahal. Lalu raja memerintahkan semuanya untuk memecahkan guci itu, tidak ada satupun yang berani memecah guci itu kecuali budak hitam yang berani memecahkannya. Raja bertanya kepada budak-budak yang tidak memecahkan guci, mengapa kalian tidak memecahkannya? Mereka menjawab : ia sangat sayang sekali barang indah dan mahal dipecahkan. Lalu raja bertanya kepada budak hitam : kenapa kamu berani memecahkan guci yang indah dan mahal itu? Ia menjawab : aku lebih senang menuruti perintahmu walaupun aku kehilangan barang yang berharga. Para raja terpanah menyimak jawaban budak hitam yang begitu menarik dan mereka menjadi faham kenapa raja sampai bisa menyukai budak wanita yang hitam dan tidak begitu cantik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar